ELEKTROFORESIS SELULOSA ASETAT PDF

Pendahuluan HbA2 • diukur dengan elektroforesis selulosa asetat (basa) atau agar sitrat (asam), iso electro focusing (IEF), microcolumn. elektroforesis selulosa asetat untuk mengesan semua lokus polimorfik protin dan melainkan satu lokus yang dikesan oleh keadah elektroforesis gel kanji. elektroforesis gel poliakrilamida, sedangkan jenis protease ditentukan dengan aktivator tertentu, yaitu etilen diamin tetra asetat. (EDTA) sebagai . selulosa, dianalisa tiga puncak yang memiliki aktivitas terbesar (Tabel 2).

Author: Bagar Kajishura
Country: Myanmar
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 13 September 2004
Pages: 31
PDF File Size: 5.57 Mb
ePub File Size: 1.34 Mb
ISBN: 214-7-87902-193-1
Downloads: 54680
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kile

The sludge from biogas production can be used as organic fertilizer and carrier agent of Selulosw harzianum which functions as plant growth stimulator and bio-fungicide. This study aimed to determine the effect of different volumes of Trichoderma harzianum inoculum on the concentration of nutrients and organic fertilizer as carrier agent of Trichoderma harzianum.

Rice husk charcoal and Trichoderma harzianum inoculum in broken corn were added to the sludge. This study applied four treatments with the addition of different volumes of inoculum and do repetitions of each treatment three times.

Testing the ability of the mixture in storing Trichoderma harzianum tests 8 times once a week. Testing the ability of Trichoderma harzianum in decomposing organic materials until they are ready to use the test be repeated three times. The variables observed were the total volume of nitrogen, phosphorus, potassium and conidiophores.

Data obtained were examined by ANOVA analysis and conducted the Duncan test if there are differences between treatments.

The result showed that sludge could not yet be used as organic fertilizer since the result was below 4. The addition of inoculum did not guarantee the higher amount of living conidiophores. On the contrary, the less inoculum was given the more conidia could survive especially in the 4th and 5th week.

Comparison of Capillary Electrophoresis With Cellulose Acetate Electrophoresis

The mixture could keep Trichoderma harzianum optimally until the 6th week since it was incubated. The result of in vivo test to mustard green plant the result showed no significant difference. The conclusion of the study is the increase in concentration nutrient N, P and K and the formula which had the highest average value was T3 with the addition of In vivo test showed no significant result from all given formulas. Trichoderma harzianum Xilanase Karakterisasi.

Xilanase adalah enzim ektrsaseluler yang berperan dalam degradasi xilan. Xilanase dimanfaatkan dalam industri pakan ternak, pangan, tekstil dan kertas. Xilanase dapat dihasilkan oleh mikrobia diantaranya adalah jamur, bakteri dan yeast. Heterogenitas dan sifat yang kompleks dari xilan menyebabkan mikrobia xilanolitik memproduksi xilanase dengan karakteristik yang bervariasi maka perlu epektroforesis penelitian untuk mengetahui karakteristik dari xilanase yang diproduksi oleh jamur Trichoderma harzianum EMXJ3 yang merupakan jamur lokal Indonesia.

Produksi xilanase menggunakan medium Mandels dengan elektrogoresis birchwood xilan. Pengujian aktivitas xilanase menggunakan substrat birchwood xilan. Profil protein menunjukkan pita protein tunggal dengan kisaran berat molekul 22 kDa. Dalam penyusunan tesis ini, penulis mendapat banyak bantuan, arahan, masukan dan bimbingan dari dosen serta rekan-rekan.

Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada: Semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan namun tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa naskah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun akan sangat seluosa bagi penulis. Penulis berharap naskah ini dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat. Presipitasi dan Karakterisasi Xilanase Stabilitas xilanase terhadap suhu dan pH Pengukuran parameter kinetika enzim Km dan Vmak Penentuan berat molekul xilanase Pengukuran kadar protein kasar Suhu optimum aktivitas xilanase Stabilitas xilanase terhadap suhu Stabilitas xilanase terhadap pH Pengukuran kinetika enzim Km dan Vmak Mikroorgansime penghasil xilanase dan karakterisasi xilanase yang dihasilkan Xilanase komersial yang diproduksi mikroorganisme Hasil pengukuran parameter kinetika Km dan Vmak Struktur xilan dan degradasi xilan oleh xilanolitik Hipotesis regulasi biosintesis xilanase Aktivitas relatif xilanase pada pH 4, Kurva Linewiever-Burk xilanase T.

  LEZIONI DI MECCANICA RAZIONALE LEVI-CIVITA PDF

Kurva standar xilosa untuk pengukuran aktivitas xilanase Kurva standar BSA untuk pengukuran kadar protein terlarut Hasil pengukuran pH optimum aktivitas xilanase Hasil pengukuran suhu optimum aktivitas xilanase Hasil pengukuran stabilitas xilanase terhadap pH Hasil pengukuran stabilitas xilanase terhadap suhu Kurva standar penentuan berat seulosa Pengukuran parameter kinetika Km delulosa Vmak This enzymes have expanded their use in many industries processing, such as elektroforeais feed, food industry, textiles, pulp and paper industry.

Xylanases seluulosa produced by micro-organisms such as fungi, bacteria and yeast.

Heterogeneous structure of xylan make each micro-organism produced xylanase enzymes with various characteristic, therefore it is very essential to study characteristic xylanase that produced from Trichoderma harzianum EMXJ3. Xylanase produced with Elektroforeesis medium contains birchwood xylan as substrate. This characterization consist of investigation the effect of temperature and pH to xylanase activity, stability of xylanase from temperature elekfroforesis pH measure kinetic parameters, and determine xylanase molecular weight.

Trichoderma elektroforesiis, Xylanase, Characterization 1 I. Latar Belakang Industri enzim dunia sudah berkembang semakin pesat. Xilanase pada awalnya hanya digunakan dalam industri pakan ternak, sekarang mulai berkembang pemanfaatannya pada industri pangan, tekstil, kertas dan detergen. Xilanase adalah enzim utama yang berperan dalam degradasi xilan.

Enzim ini banyak diproduksi oleh mikroorganisme yang dapat ditemukan bebas di alam atau dalam saluran pencernaan hewan ruminansia. Xilanase yang telah diteliti terutama diproduksi dari bakteri, jamur, actinomycetes dan yeast Sunna and Antranikian dalam Beg et al.

Xilan merupakan komponen struktural terbesar penyusun hemiselulosa dan merupakan polisakarida paling banyak di alam setelah selulosa. Xilan adalah polisakarida komplek dengan rantai utama yang tersusun oleh -1,4 D-xylopiranosyl. Xilan memiliki beberapa substitusi rantai samping diantaranya acetyl, arabinosyl dan glucoronosyl, methylglucuronosyl, acetyl, feruloyl dan p-coumaroyl tergantung dari asal tanamannya Subramaniyan et al.

Xilan banyak terdapat pada kayu birch, tongkol jagung, sekam padi, gandum, ampas tebu, pulp kayu, dan sisa hasil pertanian. Heterogenitas dan sifat yang kompleks dari xilan menyebabkan mikrobia xilanolitik memproduksi xilanase dengan karakteristik yang bervariasi. Telah dilaporkan beberapa penelitian karakterisasi xilanase dari mikrobia yang berbeda menghasilkan karakteristik xilanase yang berbeda pula Richana et al.

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik dari xilanase yang diproduksi oleh jamur lokal Indonesia. Karakterisasi enzim xilanase perlu diketahui untuk optimasi kondisi kerja enzim xilanase.

Sehingga dapat digunakan untuk optimasi pemanfaatan xilanase sebagai biokatalisator pemecahan substrat xilan. Karakterisasi xilanase dapat ditentukan antara lain dengan mengetahui pH dan suhu optimum aktivitas enzim, stabilitas enzim terhadap pH dan suhu, berat molekul enzim dan parameter kinetika enzim Km dan Vmak.

Diantara banyak sumber mikroorganisme penghasil xilanase, jamur berfilamen Trichoderma sp paling menarik perhatian. Trichoderma sp, dipilih sebagai produser xilanase dari sudut pandang industri karena beberapa alasan diantaranya, 3 Trichoderma tidak bersifat patogenik, mampu memproduksi enzim ekstraseluler dengan yield dan aktivitas lebih tinggi bila dibandingkan dengan xilanase yang diproduksi oleh bakteri dan yeast dan dapat dikultivasi dengan mudah Polizeli et al.

  BLACKGIRLSWORKOUTTOO MEAL PLAN PDF

Dengan mengetahui karakteristik xilanase dari Trichoderma harzianum EMXJ3 maka dapat meningkatkan efisiensi aplikasi enzim sebagai biokatalisator pada skala industri sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan enzim xilanase untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Permasalahan Berdasarkan uraian dapat ditarik beberapa permasalah diantaranya: Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi karakteristik enzim xilanase yang dihasilkan oleh Trichoderma harzianum EMXJ3 sehingga dapat digunakan untuk optimasi penggunaan enzim tersebut dalam hidolisis xilan, dan dapat diterapkan dalam bidang industri.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang bioteknologi.

Comparison of Capillary Electrophoresis With Cellulose Acetate Electrophoresis

Xilan merupakan komponen struktural terbesar penyusun hemiselulosa dinding sel tanaman dan merupakan polisakarida paling banyak di alam setelah selulosa. Xilan yang tidak mempunyai substitusi rantai samping homoxylan juga telah berhasil diisolasi dari tembakau dan rumput esparto.

Xilan yang berasal dari kayu dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu xilan yang berasal dari kayu keras biasa disebut glucoronoxylan dan xilan yang berasal dari kayu lunak disebut glucoronoarabinoxylan.

Glucoronoxylan dan glucoronoarabinoxylan sama-sama tersusun dari assetat linier -1,4-D-xylopiranosyl dan sama-sama mempunyai 4-O-methyl–D-glucuronopyranosyl yang terletak pada posisi 2 dari -D-xylopyranosyl. Pada kayu keras mempunyai elektroforezis grup asetil yang tinggi pada posisi 3 dari -D-xylopyranosyl, sehingga memberikan bagian yang 6 larut di air pada xilan. Pada kayu lunak, elektrofpresis sepuluh unit -D-xylopyranosyl pada posisi 3 zelulosa oleh -L-arabinofuranosyl seperti pada Gambar 2.

A Struktur xilan dari kayu keras dan B xilan dari kayu lunak. Enzim xilanolitik yang terlibat dalam degradasi xilan: C Hidrolisis oleh -xylosidase Polizeli et al.

Xilan banyak terdapat pada kayu birch, tongkol jagung, sekam padi, elekttroforesis, ampas tebu, pulp kayu, dan sisa hasil pertanian. Pada jaringan kayu, xilan elektroforesie pada dinding sel sekunder bersama dengan lignin membentuk matrik dalam mikrofibril selulosa. Interaksi xilan dengan lignin dan selulosa lignoselulosa dalam bentuk ikatan kovalen dan non kovalen, interaksi ini penting untuk melindungi mikrofibril selulosa terhadap biodegradasi dan menjaga integritas struktur dinding sel Polaina et al.

Enzim Xilanolitik Berdasarkan struktur xilan yang heterogen dan kompleks, untuk mendegradasi xilan dapat dibagi menjadi dua kelompok utama enzim yaitu enzim yang memotong rantai utama xilan dan enzim yang memotong rantai samping xilan. Enzim yang memotong rantai utama xilan adalah Endo-1,xylanase 1,D- xylanylanohydrolase, E.

Sedangkan lepasnya rantai samping 8 xylan dikatalisis diantaranya oleh -L-arabinofuranosidases, -D–glucuronidases, acetyl xylan esterases, ferulic acid esterases dan -coumarir acid esterases Subramaniyan, Hidrolisis xilan oleh enzim xilanolitik dapat dilihat pada Gambar 2.

Similarity Analysis

Xilanase Xilanase endo, -1,4 xylanase, EC 3. Enzim ini adalah enzim utama untuk degradasi xilan dan mempunyai spesifikasi yang berbeda tergantung dari polimer yang menyusun xilan. Sebagian besar xilanase aktif pada xilooligomer dengan derajat polimerisasi lebih dari 2, hal ini menunjukkan affinitas xilanase meningkat seiring dengan semakin meningkatnya panjang xilooligomer. Berbeda aestat xilanase berbeda pula kemampuan dalam mendegradasi bermacam-macam xilan.