GUGUS PROSTETIK PDF

Gugus Prostetik Merupakan koenzim yang terikat erat pada suatu enzim dan selama reaksi berlangsung tidak akan dilepaskan Gugus yang kemudian akan. asam amino saja, tetapi juga komponen organik atau anorganik lainnya ( gugus prostetik) Macam-macam protein konjugat Macam protein Gugus prostetik 1. Gugus prostetik: berikatan kuat dengan enzim, contoh FAD, biotin. – Koenzim: berupa molekul organik non protein, contoh NAD, ATP, vitamin. • Apoenzim.

Author: Voodootaxe JoJogal
Country: Antigua & Barbuda
Language: English (Spanish)
Genre: Spiritual
Published (Last): 13 April 2006
Pages: 468
PDF File Size: 2.37 Mb
ePub File Size: 19.52 Mb
ISBN: 117-4-29610-321-9
Downloads: 2876
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kajilabar

Bagi teman-teman yang meiliki ide atau aspirasi apa saja dan ingin berbagi dengan teman-teman yang lainnya, saya Wiesnu Proatetik mengajak Anda untuk berpartisipasi mencurahkan fikirannya di blog ini. Apa tujuan praktikum kali ini? Apa yang Anda ketahui mengenai glukosa?

Glukosa C 6 H 12 O 6berat molekul Glukosa merupakan bugus mengandung gugus -CHO. Apa yang Anda ketahui mengenai selulosa? Apa yang Anda ketahui mengenai enzim? Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida protein yang berfungsi prostegik katalis senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi dalam suatu reaksi kimia.

Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi.

Berdasarkan strukturnyaenzim terdiri atas komponen yang disebut apoenzim yang berupa protein dan komponen lain yang disebut gugus prostetik yang berupa nonprotein. Gugus prostetik dibedakan menjadi koenzim dan kofaktor. Beberapa jenis vitamin seperti kelompok vitamin B merupakan koenzim. Jadi, enzim yang utuh tersusun atas bagian protein yang aktif yang disebut apoenzim dan koenzim, yang proatetik dan kemudian disebut holoenzim. Enzim memiliki beberapa sifat, yaitu: Prodtetik adalah protein, karenanya enzim bersifat thermolabil, membutuhkan pH dan suhu yang tepat.

Enzim bekerja secara spesifik, dimana satu enzim hanya bekerja pada satu substrat. Enzim berfungsi sebagai katalis, yaitu mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa mengubah kesetimbangan reaksi.

Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti oleh suhu, pH, konsentrasi, dan lain-lain.

Apa yang Anda ketahui mengenai klasifikasi enzim? Enzim terbagi menjadi berbagai kelompok, klasifikasi dari enzim, antara lain: Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil.

Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna. Apa yang Anda ketahui mengenai enzim selulase? Apa alasan digunakannya kertas saring sebagai sampel?

Pada percobaan ini digunakan kertas saring sebagai bahan yang mengandung selulosa. Selain itu kertas saring mudah didapat dan harganya murah. Apakah bisa kertas saring diganti dengan bahan lain? Bisa, yang terpenting bahan subtituen tersebut mengandung selulosa dalam jumlah besar. Mengapa perlu ditambahkan buffer asetat ke dalam labu leher tiga?

Larutan buffer asetat yang digunakan bertujuan untuk menjaga pH larutan agar tetap berkisar pada pH 5 yang merupakan kondisi optimum bagi enzim selulase. Mengapa suhu dalam labu leher tiga harus dipertahankan sekitar 50 0 C?

Karena pada suhu tersebut reaksi enzimatis berjalan secara optimum. Jika suhu larutan terlalu panas atau dingin maka enzim selulase tidak dapat menghidrolisis selulosa menjadi glukosa enzim menjadi tidak aktif. Apa saja yang Anda ketahui mengenai metode analisa kuantitatif glukosa? Pada percobaan proshetik, dilakukan sampling setiap 20 menit sebanyak 5 L sampel. Setiap sampling diambil 3 mL untuk uji kuantitatif dan 2 mL untuk uji kualitatif.

  LES PIERRES SAUVAGES FERNAND POUILLON PDF

Pada uji kuantitatif akan digunakan metode DNS karena akan mengukur kadar glukosa dalam sampel. Prosterik larutan DNS dengan pemanasan ini bertujuan agar terbentuk larutan berwarna merah pada sampel yang mengandung gula pereduksi glukosa sehingga larutan tersebut dapat diukur dengan spektrofotometer karena larutan yang diukur dengan spektrofotometer harus memiliki warna jika berwarna bening maka tidak bisa diukur.

Setelah itu, ditambahkan larutan garam Rochelle pada sampel. Kemudian, kadar glukosa diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum. Apa tujuan penambahan garam Rochelle? U ntuk mengencerkan warna larutan yang sudah diberi larutan DNS karena warna yang terlalu pekat menyebabkan keakuratan hasil pembacaan spektrofotometer VIS menjadi berkurang.

Bagaimana dengan metode analisa kualitatif? P ada uji kualitatif cukup dengan menambahkan larutan fehling pada sampel. Jika terdapat glukosa dalam sampel maka akan terbentuk endapan berwarna merah bata yang merupakan endapan tembaga I oksida Cu 2 O yang dihasilkan dari reduksi tembaga II oksida CuO oleh glukosa yang merupakan gula pereduksi.

Bertambahnya endapan merah bata pada masing-masing sampel menunjukkan bahwa semakin lama glukosa yang terbentuk semakin banyak. Apakah beda uji kualitatif dan kuantitatif pada percobaan?

Enzim by Mega Sundari on Prezi

Apakah ada uji kualitatif glukosa lain yang dapat digunakan? Pada uji molisch, sebanyak 5ml larutan yang di uji glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, maltosa, dan pati di masukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 2 tetes pereaksi molishdicampur rata, kemudian ditambahkan 3 ml asam sulfat pekat secara perlahan-lahan melalui dinding tabung, warna violet ungu kemerah-merahan pada batas kedua cairan menunjukkan reaksi positif, sedangkan warna hijau menunjukan reaksi negatif.

Untuk uji Benedict, sebanyak 5 ml reaksi Benedict dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 8 tetes larutan bahan yang diuji dicampur rata dan dididihkan selama 5 menit, biarkan sampai dingin kemudian diamati perubahan warnanya, jika terbentuk warna hijau, kuning atau endapan merah bata berarti positif. Pada uji barfoed, sebanyak 1 ml pereaksi dan bahan percobaan dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian dipanaskan dalam air mendidih selama 3 menit dan didinginkan, setelah itu masukkan 1 ml fosfomoliubdatkocok dan amati warna yang tejadi, jika terbentuk warna biru setelah penambahan fosfomolibdat, maka reaksi positif.

Pada uji fermentasi, 20 ml larutan bahan percobaan dan 2gram ragi roti digerus sampai terbentuk suspensi yang homogenkemudian suspensi diisikan ke dalam tabung fermentasi sampai bagian kaki tertutup dan terisi penuh oleh cairan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam fermentor pada suhu C, kemudian diamati setiap selang 20 menit sebanyak 3 kali pengamatan.

Pada pengamatan terakhir, ruang gas pada kaki tabung diukur panjangnya. Untuk uji salliwanof, 5 ml peraksi dan beberapa tetes bahan percobaan dimasukkan ke dalam sebuah tabung reaksi, lalu dididihkan selama 30 detik, kemudian diamati warna yang terjadi. Pada uji osazon, ke dalam tabung reaksi di masukkan campuran fenil hidrazon Na-asetat kering lalu ditambahkan 5 ml larutan percobaan, dikocok dan dipanaskan dalam penangas air selama 30 menit, kemudian dinginkan dan diperiksa endapan yang terbentuk di bawah mikroskop.

Pada uji iod, pada papan uji diteteskan bahan yang akan diuji, kemudian ditambahkan dengan satu tetes iodium encer, dan dicampur merata.

  HORMONA LIBERADORA DE GONADOTROPINAS GNRH PDF

Hanya pada uji sellinawof dan iod, larutan yang mengandung glukosa memberikan hasil negatif.

Apa itu reagen DNS? Reagen ini berfungsi untuk memberikan warna pada larutan, sehingga dapat terbaca oleh spektrofotometer vis yang membaca dari warna larutan tersebut. Karena menggunakan spektrofotometer vis, larutan blanko dan larutan induk apa yang digunakan? Pada percobaan kali ini blanko yang dibuat ada 2 macam. Hal ini dikarenakan pada saat pembuatan kurva standar glukosa digunakan aquades namun pada pengukuran sampel digunakan larutan buffer asetat.

Mengapa setelah sekian waktu, sampel yang telah terambil diletakkan pada ice bath?

Untuk menghentikan proses hidrolisa dari selulosa. Apa beda konstanta Ks dan Km? Km merupakan konstanta Michaelis-Menten yang didapatkan dari percobaan menggunakan enzim, sedangkan Ks merupakan konstanta kejenuhan substrat yang didapat pada percobaan kinetika pertumbuhan bakteri. Diposting oleh wiesnu santiana di Kirimkan Ini lewat Email BlogThis!

This was done because the term “unit operations” has been largely superseded by gugue term “separation processes,” which better reflects the modern nomenclature being used. In this fourth edition, the main objectives and the format of the third edition remain the same. The sections on momentum transfer have been greatly expanded, especially the sections on fluidized beds, flow meters, mixing, and non-Newtonian fluids.

Material has been added to the chapters on mass transfer. The chapters on absorption, distillation, and liquid-liquid extraction have also been enlarged.

More new material has been added to the sections on ion exchange and crystallization. The chapter on membrane separation processes has prostetuk greatly expanded, especially for gas-membrane theory.

The field of chemical engineering involved with physical and physical-chemical changes of inorganic and organic materials and, to some extent, biological materials is overlapping more and more with the other process-engineering fields of ceramic engineering, process metallurgy, agricultural food engineering, wastewater-treatment civil engineering, and bioengineering. The principles of momentum, heat, and mass transport and the separation processes are widely used in these processing fields.

The principles of momentum transfer and heat transfer have been taught to all engineers.

Gugus flavin

The study of mass transfer has been limited primarily to chemical engineers. However, engineers in other fields have become more interested in mass transfer in gases, liquids, and solids. Since chemical and other engineering students must study so many topics today, a more unified introduction to the transport processes of momentum, heat, and mass transfer and to the applications of separation processes is provided. In this text the principles of the transport processes are covered first, and then the separation processes unit operations.

To accomplish this, the text is divided into two main parts. This part, dealing with fundamental principles, includes the following chapters: Introduction to Engineering Principles and Units; 2. Principles of Momentum Transfer and Overall Balances; 3. Principles of Momentum Transfer and Applications; 4. Principles of Steady-State Heat Transfer; 5.

Principles of Unsteady-State Heat Transfer; 6. Principles of Mass Transfer; and 7. This part, dealing with applications, covers the following separation processes: